West Papua Song's

Papua%20Bengkel%20Music

Senin, 14 Januari 2013

Buat Studio Rekaman murah meriahBuat Studio Rekaman

Memiliki Studio Rekaman Sendiri, impian insan musisi muda Papua
Intermeso!

Musik sebagai media universal dalam tatanan sosial budaya masyarakat, tidak lagi sekedar ajang kumpul mendukung&sampingan modal bagi kepentingan aktris politisi tertentu, namun lebih daripada musik mampu membentuk pola karakter kehidupan suatu bangsa.
"Mo dekat Pilkada baru kitorang dapat Job. nanti su lewat waktunya, bos2 dong sutra lagi perlu" Apa ini? tutur Idjie, seniman muda Papua mengekspresikan kekecewaannya.

Generasi muda Papua sadar tra sadar, telah melakukan tanggung jawab besar dengan memikul beban yang di tinggalkan generasi lalu yang beresiko bagi dimasa depan.
Permasalahan Politik Ekonomi masih merajalela dengan mengaborsi setiap ekspresi masyarakat di berbagai bidang kehidupan termasuk Seni di Papua.
Jasa dan dunia Intertainmen, pantaslah berkolaborasi diruang ini. dengan media, Seni Budaya di Papua mampu menepis segala kesalah pemahaman atas nilai-nilai Seni bagi kehidupan masyarakat di Papua.
Identitas rakyat terletak pada seberapa besar kita menghargai kehidupan Seni dan Budaya nya. Sehingga keseharian rakyat dan hidupnya dapat dikatakan mampu terbentuk dan bergantung terhadap nilai-nilai Seni Budayanya.

Bagaimana Kebutuhan ini mampu dikolaborasikan dengan tantangan zaman? dapatkah kita melakukan suatu perubahan yang berarti?  hehehe ..:)

Membangun "Honai studio" murah meriah

Studio Rekaman Rumahan saat ini tidak hanya di miliki orang berada di Kota besar saja, tetapi sudah sampai ke kota-kota kecil bahkan milik masing2 keluarga. Kemajuan teknologi dan media teknologi itu sendiri merupakan penyebab perubahan tersebut. Untuk itu kesempatan ini, kita akan berbagi pengetahuan bagaimana mendirikan honai studio murah meriha. tapi sebelumnya kita pahami dulu hal- hal sebagai berikut:

Analog dan Digital System

Gbr.1. Mini Studio Record
Analog domain dalam teknologi merupakan segala sesuatu yang bisa dilihat dan dipahami oleh manusia. System Komputerisasi dan media penyimpanan atau pemroses digital tidak mengenal dunia analog. Karenanya, sebelum di proses dan disimpan oleh perangkat digital, data analog terlebih dahulu harus dikonversi. Selanjutnya, data digital kembali dikeluarkan atau diubah menjadi data analog saat dibutuhkan. Misalnya: suara kita berbicara merupakan data analog. kemudian diterima oleh microphone, lalu diubah ke digital data. Data inilah yang kemudian akan diproses dan disimpan oleh komputer. Ketika suara tadi dimainkan ulang, maka data digital dipanggil dari media penyimpanan komputer untuk kemudian di konversi ke dalam bentuk analog, melalui speaker, data analog ini yang kemudian akan didengar oleh telinga manusia (contohnya lagu rekaman Manyori di blog ini) 

Converter

Gbr.2. Mixer dan Monitoring Speaker
Untuk mengubah data analog dan digital dibutuhkan sebuah alat yang di sebut converter. Converter ini fungsinya merubah data Digital ke Analog (D/A atau DAC) dan Analog ke Digital (A/D atau ADC) atau bahasa sehari-harinya sering disebut Converter AD/DA, Converter Analog Digital – Digital Analog.  Peran alat ini sangat penting, karena akan menerjemahkan bahasa antara dua bentuk system rekaman yang tidak saling memahami. sehinga untuk akur antara analog dan digital data, pilihlah Converter yang berkwalitas karena merupakan sumber utama pertama yang menyampaikan pesan atau system data.

Sample Rate


Sample rate biasa digunakan untuk mendefinisikan jumlah sampel yang diambil per-detik. Sampel ini tentunya digunakan untuk merepresentasikan data analog di dalam dunia digital.
Secara teori, semakin tinggi sample rate, maka semakin tinggi jumlah sampel yang diambil per-detiknya dan tentu kualitas yang di hasilkan juga semakin baik. Format standar yang umum digunakan untuk sample rate adalah 44.1 dan 48 kHz. Nilai lain biasanya merupakan faktor kelipatan dari dua nilai ini (misalkan 88.1 kHz, 96 kHz, ataupun 176,2 dan 192 kHz). 

Persiapan Instrument

Peralatan apa saja yang dibutuhkan dalam rekaman?

Komputernya/PC merupakan pengolah atau editing dari hasil suatu rekaman. Walaupun ada miimal standart, sebaiknya PC yang digunakan berkecepatan tinggi biar kita tra repot nantinya . Misalnya P-III dsb juga bisa, tapi saran saya sebaiknya spesifikasinya adalah prosesor 3 GHz ke atas dengan memori 1 atau 2 GB, dan hard disk minimal 120 GB.

Komponen lain, seperti video card, sebenarnya tidak terlalu banyak berpengaruh. Tapi kalau bisa gunakan Video card yang memiliki dual output agar kitorang bisa menggunakan dua tampilan. Monitor juga sebaiknya berukuran minimal 17” dengan resolusi minimum 1280×1024.
Hal berikut yang perlu diperhatikan adalah Sound card. Pilihlah Sound card yg paten karena fungsinya untuk meredam/mendengar suara. Banyak pilihan sound card di pasaran dan untuk keperluan rekaman, sebaiknya anda memilih sound card yang di khususkan untuk keperluan Recording kalau bisa yang banyak input/ output, untuk kebutuhan studio sederhana, minimal gunakan sound card dengan 4 input/4 output (bisa Presonus dll). Untuk yang kelas menengah ke atas ada yang menyediakan lebih dari 8 input/8 output. Konektivitas yang lebih baik (seperti output balanced XLR/TRS, microphone pre-amp dengan Phantom Power 48V, konektor MIDI, dan feature lainnya), kalau bisa yang ada konektor MIDI nya.

Monitoring speaker atau headphone biasa digunakan untuk memantau hasil rekaman atau kitorang pu hasil mixing. Dengan speaker monitor yang baik, kita bisa menentukan komposisi suara (bass, mid, treble, noise, dan sebagainya) dengan benar.

Speaker monitor biasanya berjenis aktif (ada amplifier di dalamnya), magnetically shielded, dan juga memiliki konektor input balanced. Sedang Microphone biasa digunakan jika kita ingin mengambil suara dari luar. Bisa berupa vokal ataupun berupa instrumen alat musik. Microphone di desain untuk keperluan berbeda-beda, misalkan untuk vokal wanita/pria, untuk gitar, drum dsb. sehingga pemilihan microphone yang tepat menjadi saran saya dalam pembahasan ini.

Gmb.4. Recording

Setelah itu, masuklah ke proses pemilihan yang sering dianggap sepele padahal sangat berpengaruh terhadap hasil akhir yaitu sistem perkabelan atau wire. Pilihlah kabel dan konektor dengan sistem tiga jalur (sinyal, sinyal out-of-phase, dan ground) yg biasa kitorang kenal dgn istilah kabel balanced, bukan yg dua jalur (sinyal dan ground) atau unbalanced. 

Konektor balanced sering digunakan dalam dunia rekaman karena standar balanced ini lebih tahan terhadap noise. Bisa dikatakan, hampir semua peralatan interkoneksi dalam industri rekaman (sound card, mixer, microphone, dan speaker) menggunakan koneksi kini sudah kitorang punya.

Sekarang, tunggu apalagi, mulai siapkan suatu Honai Studio Sederhana, Murah meriah yang dapat simple mengekspresikan dunia musik.

dapat di pastikan hasil daripada Honai Studio ini trakan kalah dari studio2 besar berlabel.
Sampai bertemu di pembahasan berikutnya!

Baca Juga: Rangkaian Susunan Honai Studio Rekaman



Syaloom, Wassalam!

PBM Adm.

NB:

yang kesulitan memiliki/memilih alat diatas, bisa langsung
Tel/SMS/ Email : (+62)85214892978;
Email: papua.bengkelmusik@gmail.com


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar